Suara dari Kamar Nomor 10

Kamar nomor 1 dihuni induk semang. Di bagian bawah pintu terdapat pintu mini seukuran monitor 14 inci–kau bahkan bisa menyelipkan kepala atau isi perutmu di sana–yang berfungsi untuk menyelipkan uang, dan non-uang, untuk memperpanjang masa sewa. Apa yang kaumasukkan di sana tentu sesuai kesepakatan awal.
 
Kamar nomor 2 ditempati Si Pelacur, kesenangan yang kau dapat tergantung harga. Tidak seperti harga runcit rokok yang merangkak pelan, harga yang ditetapkan Si Pelacur selalu stabil. Tidak ada mesin gesek di dalam, jadi pastikan kaubawa uang tunai, atau benda lain yang sepadan. Sepasang ginjal, misalnya.
 
Penghuni kamar nomor 3 selalu berapi-api. Elan vital. Jangan sekali-sekali kau mencuri api mereka. Orang terakhir yang kepergok mencuri api yang kita tahu dihukum dengan cara diikat di batu dan harus merelakan rongga perutnya dikoyak elang. Bukan hukuman yang menyenangkan, kukira.
 
Kamar nomor 4 cukup longgar, ia dihuni oleh keluarga hantu yang kurang akur. Semasa hidup mereka amat yakin program Keluarga Berencana sanggup menghindari mereka dari kemiskinan, tapi kenyataan selalu menyimpan kejutan.
 
Di kamar nomor 6 kau tidak akan mendapat tempat. Di sana tinggal keluarga besar, lebih besar dari daya tampung kamar, yang berencana menguasai dunia atau minimal separuhnya.
 
Kamar nomor 7 kabarnya dihuni seorang lelaki penyendiri. Ia tidak pernah keluar kamar dan tak seorang pun ingin tahu kabarnya, sehingga tak ada yang bisa memastikan apakah ia masih atau sudah tidak ada di sana; kamar ini dihuni sekaligus tidak dihuni.
 
Kamar nomor 8 ditempati tuhan lama, kau tahulah reputasinya: Menenggelamkan tetanggamu yang membelot, mengirim belalang dan nyamuk malaria, punya ketertarikan khusus terhadap amfibi dan lalat pikat, dan kadang memakan anak-anak sulung.
 
Kamar nomor 9 dihuni olehmu. Aman dan nyaman dan cukup, dan kau tidak bisa keluar dari sana.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s