Wboebwobvononwv

Seekor gagak masuk ke kamar melalui jendela. Ia keluar dengan membawa kunci. Gagak itu hinggap di antena, lima atau enam detik, sebelum akhirnya terbang dan tak terlihat lagi.

Seekor gagak masuk ke kamar melalui jendela. Ia keluar membawa tutup kaleng berwarna merah. Gagak itu hinggap di antena, lima atau enam detik, sebelum akhirnya terbang dan tak terlihat lagi.

Gagak itu delapan kali kembali ke kamar dan membawa pergi sesuatu. Selama itu terjadi, seorang duda berkemeja biru, usianya sekitar lima puluhan, memperhatikannya di depan pagar rumah. Ia menghitung berapa kali gagak itu kembali dan barang apa saja yang ia bawa.

“Aduh. Mengapa ia belum juga membawa keluar benda itu,” gumamnya, membakar ujung honcoe. “Padahal tidak ada binatang yang lebih pintar dari gagak.”

Seekor gagak masuk ke kamar melalui jendela. Saat terbang ia memberaki kepala si Duda. O, hidup manusia memang rapuh, ia dibangun di atas pasir. Gagak tidak tertarik membuat sarang dari surat yang berisi kemalangan orang lain, ia tidak akan pernah berguru kepada hewan yang lebih bodoh.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s