Madesu

Dua hari lalu Pak Darusman, guru matematikaku, berkata begini di depan kelas. “Madesu*. Jangan tiru Yanti, ya.”

Sebelumnya ia menuduh aku mengobrol saat ia sedang menjelaskan cara menentukan modus dari suatu data. Aku memang mengajak bicara teman sebangku, memintanya sedikit menjelaskan hal yang kulewatkan karena aku tidak terlalu menangkap penjelasan Pak Darusman sementara ia terus melanjutkan pembahasan tanpa mempedulikan tanganku yang terangkat. Pak Darusman menulis sesuatu di papan tulis dan aku diminta ‘mengajarkan’ kepada teman-teman yang lain, menurutnya karena aku mengobrol saat ia menerangkan artinya aku sudah menguasai materi. “Kamu, kan, lebih pintar dari saya,” tambahnya.

Aku menjawab jujur bahwa aku belum mengerti. Ia memotong alasanku, dan tetap memaksaku untuk mengerjakan soal. Sambil menatapku yang berdiri seperti orang  bodoh, ia berdecak lalu berkata bahwa masa depanku suram. Maksudnya mungkin bercanda, sebab ia bicara begitu sambil tertawa, dan satu kelas ikut tertawa. Ia memintaku keluar.

Sebelum sampai kantin aku berbelok ke kiri, ke ruang multimedia. Aku hendak mengirim sesuatu ke Pak Darusman melalui email.

Kepada
Bapak Darusman
Di tempat

Sulit mengutarakannya secara langsung, karena itu saya memutuskan
untuk mengirim email ini. Bahwa mulai detik ini, apapun yang Bapak
katakan, akan saya balas dengan...

974888883741444455555722777722377777444333311112244222222227777777
866666555566624366663079466697281736662876619766333666933666666669
066386626683466066326616602866212667776606660666866527664411669178
166666496631766866876616639166212666666686636366266666661144662224
466286656624166466076616687466212665556696633366766777665277667827
266666392766673966663749066622233662226626688866766322663374663447
+78978918791418984547987451871445197184545987181543243212145575789987=
166556699966639166226622266633066256691166698722222223334123275879
266436606600066266226636692766266036636679366078266452366198789543
066666676666666066666636666666366666616666666076622660266191782345
166756616674266866226636673166466816606600066376644336677438794521
166226646610966766226676699966566776676633366078008887887998752437

Aduh, bahkan di email saya kesulitan mengungkapkannya.
Semoga Bapak Mengerti.

Salam,
Yanti IX IPS 4

Satu jam yang lalu, di mata pelajaran Matematika, Pak Darusman memanggilku ke depan. Ia menceramahiku dan yang lain soal betapa pentingnya Matematika, dan ia berkata iagalak karena ia menyayangi kami. Ia memaafkanku, dan ia memperlihatkan email-ku yang sudah ia cetak. Ada lingkaran merah besar di deretan angka yang kutulis. Kemudian, dengan senyum penuh kemenangan, ia menyarankanku untuk belajar Matematika dasar lagi karena hasil hitunganku salah.

“Kamu mau membalas dengan apa?” tanya Pak Darusman.

Aku memberinya senyuman.

Saat menulis ini, aku sedang menghabiskan jus stroberi sambil tertawa sampai mau mati.

 

 

 

Mau tahu di mana letak lucunya?

1. Ctrl + F

2. Ketik angka ‘6’

3. Lihat pola di badan email Yanti

4. Hehe~
 
5. Alternatif: Telusuri tiap angka ‘6’

 

 

 

*Madesu: Masa depan suram.

Iklan

7 Comments Add yours

  1. ummughaida berkata:

    masih belum nemu yang lucu

  2. 666 berkata:

    Ctrl+f, masukkan angka 6, tekan “Enter”

    1. Mira berkata:

      That insight solves the prloebm. Thanks!

  3. Jamil Massa berkata:

    BODO AMAT
    HAHAHA ~

  4. -- berkata:

    CERPEN TERBAIK YANG PERNAH KUBACA DALAM 2 MINGGU INI

  5. ketikyoga berkata:

    Mas Dio memang keren! Muahaha.

    BODO AMAT ANJIS. SAYA TERTAWA DI WAKTU MAU SUBUH BEGINI. 😄

  6. Sapa ja boleh berkata:

    Ngakak anjirrrr :’D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s