Kisah Ringkas tentang Mayat di Belakang Sofa

Kau menemukan mayat perempuan terselip di belakang sofa kamar hotelmu. Kulitnya agak gelap dan parasnya mudah dilupakan. Ia kuyup, berbau minyak aloe vera, mengingatkanmu pada tangan kanan nenekmu saat kau menciumnya dua puluh tahun lalu. Bibirnya sepucat pantulan bulan di permukaan kolam di suatu rumah seorang blasteran Ukraina di Siberia; sepucat botol hidrogen peroksida di kolong washtafel rumahmu.

Mayat itu sudah ada di sana sebelum kau masuk. Kau ngomong sendiri: ini cuma kelalaian pihak hotel. Ambillah kertas kecil di atas meja dan tulis keluhanmu lebih panjang lagi sebelum kau turun dan membacakannya kepada pihak hotel. Kau berhak marah: kau sudah membayar dan mayat, biasanya, bukanlah bagian dari perlengkapan kamar seperti handuk, sikat dan pasta gigi, sabun, sampo dan kondisioner, teh dan kopi instan. Lagipula tak seperti sandal, mayat bukan benda yang bisa dipakai ulang. Tidak banyak gunanya kalau nanti dibawa pulang.

Duduklah dan pikirkan siapa dia atau siapa pemilik mayat ini atau mengapa ia menjadi mayat atau duduk dan ingat-ingat mengapa kau ada di kamar ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s