Inersia

Sebelah kaus kaki di tengah kolam mengapung sebisanya, kau ketawa dan bilang kau bisa mengajarinya renang beberapa gaya, dan kukira komedi baru saja menyelamatkanmu dari kesenangan dan harapan.

Kau menceritakan pengalaman seorang teman yang bekerja sebagai pencari berita di koran binal, yang kusukai dari cerita yang tak patut dihargai tadi adalah kau lagi-lagi ketawa terpingkal-pingkal, kukira komedi baru saja menyelamatkan kita dari kesenangan dan harapan.

Neon di atas kepala membuat kita berpikir tentang bayangan yang terpantul di kolam dan agaknya, kita menatapnya terlalu lama, hingga kau bilang pantulan itu bikin kau merasa seperti ditarik-paksa dari ujung sini ke ujung sana, dan itu membuatku memikirkan Grande Valse Brillante disiulkan seorang fakir yang hampir mati dimakan cuaca.

Kita mestinya ada di surga dan kekal, kau dan aku mestinya tidak terpaksa membuka kartu sial yang akhirnya malah bikin kita lesu dan saling rangkul, memandangi kaus kaki yang sudah tak lagi sepi sejak kehadiran seekor kadal, yang setengah mampus memelihara kecemasan luhur pada empat kakinya agar tubuhnya tak tenggelam di kolam dangkal.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s