Distentio Animi

Agustinus dari Hippo

Meja makan porak poranda. Ada jejak kaki di lantai dan tumpahan martini dan radio yang menyala.

“Ke mana roh kami akan pergi jika iman kami dipupuk kenangan para martir?”

Neraka Semut

Seekor semut baru saja terperosok ke dalam jebakan undur-undur di pasir. Ia berusaha naik, namun undur-undur terlalu mahir. Lapar memaksanya terus menendang-nendang hingga semut tergelincir. Keisengan Babaji mendadak datang, ia menghancurkan lubang sialan itu tepat saat undur-undur akan menyantap makan siang.

Bong

Mungkinkah pembunuhan tidak akan terjadi dan keisengan tak muncul tiba-tiba dan perang tak masuk hitungan dan waktu–jika ada–dan memori kolektif yang mengantar kita pada satu kemalangan menuju kemalangan lain lenyap dengan sekali hisap?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s