Porsi narasi KAMU sebagian besar dihabiskan untuk menertawai, mencaci-maki, meludahi dengan cara paling sopan kalau meminjam istilah Dio. Siapa musuhnya? bisa jadi kedewasaan, kemapanan, atau bahkan diri kita sendiri. Ya, bisa jadi ini adalah upaya paling ramah yang bisa kita lakukan untuk menertawai diri sendiri.

(Azhar Rijal Fadlillah, [Review] Kamu – Sabda Armandio)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s