Sial. Berkali-kali saya mengucap kata tersebut selama membaca buku ini. Dio berhasil, sangat berhasil meludahi seseorang, sistem, dan kehidupan dengan sopan melalui novel ini.


Saya sudah menyelesaikan novel ini beberapa menit lalu, dan saya masih terengah-engah bahkan cemas sampai dengan saat ini. Absurd bla bla bla.
Saya curiga sekaligus yakin, aku dan Kamu adalah bifurkasi diri Dio sendiri.

(Yulaika Ramadhani dalam Ketika Penulis Mendominasi Ceritanya Sendiri)

Iklan

2 tanggapan untuk “

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s