di mimpi-mimpi magna mater

 

berjalan di udara

kau tatap mataku dan temukan batasmu

kutatap matamu dan temukan batasku

lalu lenyap

begitu saja

 

di batas cakrawala

kau berbalik, dan bertanya

“akan ke mana kita pergi jika semua lampu mati?”

mungkin lenyap

begitu saja

 

dan sinar matahari mengarsir lekuk hidungmu

bagaimana jika ternyata

pada akhirnya

satu-satunya yang nyata adalah ilusi?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s